Saatnya Kembali Mengaji Tauhid Oleh: Zia Ul Haq Kuingat beberapa belas tahun lalu. Ada seorang kawan yang tiap shalat nampak selalu khusyuk di mushalla. Nggumun aku. Suatu ketika kutanyakan resep shalat khusyuk padanya. Jawabannya tak kuduga. Setiap kali shalat dia melihat lafal jalalah 'Allah' di depannya. Kebetulan di mushalla ada jam dinding dengan kaligrafi 'Allah'-nya. Oke, aku mengerti. Sejak itu kupindahkan jam dinding mushalla, ingin kulihat bagaimana reaksi temanku. Ternyata dia memang 'ketergantungan' dengan tulisan lafal jalalah itu. Sebelum shalat dia cari-cari dimana jamnya. Kujawab rusak. Dia menyayangkan, katanya shalatnya tak bisa khusyuk, lalu terucap kalimat berbahaya, " Gusti Allah-e ora katon. " Kalau sekedar khusyuk tidak khusyuk sih tak masalah buatku, bisa dilatih. Tapi kalau sudah urusan akidah, jelas musti diterang-gamblangkan. Namun kumaklumi pemahamannya yang semacam itu sebab dia memang kurang mengaji. Maka sebagai sa...
Comments
Post a Comment